Sabtu, 06 Juni 2020

Selamat jalan

Setiap temu akan pisah, setiap tamu akan ada kisah, bertemulah, bertamulah, disitu kamu akan tau betapa dalamnya arti terimakasih.

Terimakasih untuk salah satu saudara, teman, sahabat, yang telah menemani selama sembilan bulan di titik bara kehidupanku.

Benar katamu, life must go on, kamu membuat pilihan mu sendiri, kamu meninggalkan titik nyamanmu, meninggalkan nyamannya dirumah sendiri, meninggalkan keluargamu, untuk pertama kalinya kamu melangkahkan kakimu jauh dalam jangka waktu yang cukup lama.

Berat rasanya bagiku, kuungkapkan ini meski aku sedikit berat mengakuinya, aku tau kita, aku dan teman-teman yang lain sering sekali beradu mulut atau bertengkar denganmu, tapi bagiku itu bukan karena benci, tapi wujud persahabatan dari sisi yang lain.

Dari yang awalnya kita hanya orang yang tidak tau apa-apa, ya sama-sama tidak tau apa-apa, sama-sama dibanting, dicaci, sama-sama mendengar kata-kata tajam yang menyesakkan setiap harinya. Kita mengalami itu bersama diawal, lalu kamu ternyata melangkah lebih dulu, lebih cepat, dan lebih cepat meraih keberhasilan dibanding aku.
Aku kadang menyesali itu, terlebih ketika atasan kita membandingkan keberhasilanmu dengan kedunguanku, tapi aku selalu ingat kata seseorang yang sering kita temui bersama saat kita liputan distadion, orang itu bilang, jangan keberatan ketika kamu dibandingkan dengan rekan kerjamu yang lain, belum saatnya, bersabarlah, dan buktikan saja diwaktu yang tepat.

Tulisan ini bukan ku dedikasikan untukmu, karena diksinya masih terlalu sederhana untuk menjadi sebuah dedikasi.
Aku hanya ingin berterimakasih karena telah menjadi bagian dari titik bara kehidupanku.
Semoga tidak ada lagi teman yang pergi dan meninggalkan.


Balikpapan 6 Juni 2020
Nita Rahayu


Rabu, 08 April 2020

Balada


Beberapa dari kita hanya bisa hidup mendamba seseorang karena tidak percaya diri.

Beberapa lainnya hanya bisa mendamba karena memilih memberikan kesempatan yang lebih baik dari diri kita buat dirinya.

Beberapa lagi tak pernah tau sosok yang diinginkan seperti apa, hingga menyerah pada takdir hendak membawanya kemana.

Nita Rahayu, 4 April 2020

Jumat, 13 Maret 2020

Nit, harusnya aku pakai shampo apa? :(

Jumat 13 Maret 2020
Dia sholat, dia sholat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Bagaimana bisa hati tidak luluh melihat tetesan air wudhu itu jatuh disela-sela rambut yang dulunya sering ku elus itu?
Bagaimana bisa aku tidak gila saat takbir itu kau lirihkan?
Bagaimana bisa hatiku baik-baik saja saat kulihat semua sg mu kini mengajak pada kebaikan?
Bagaimana bisa aku tidak semakin ingin memiliki saat kau semakin dekat dengan Rabb ku?
Bagaimana bisa?
Maksudku bagaimana bisa aku jadi sangat tidak tau diri seperti ini?

II

"Nit, kamu kapan mau tahu diri"
Sungguh, sebuah kalimat penghancur bagi hari-hariku, hari ini, sudah 3 kali aku mendengar kalimat itu diucapkan langsung. 
Seandainya bukan karena prinsip "jika kau tak menemukan orang baik didunia ini, maka jadilah orang baik itu" aku pasti lekas akan membenci semua ucapan sampah mereka.
Tapi Rabbku ternyata masih sangat menyayangiku dengan tidak pernah sama sekali menyisipkan rasa benci itu, atau bahkan rasa marah sediktpun. Terimakasih Allah ku.

III

"sudahlah, berhenti, gak akan bisa nit, semakin keras kamu berusaha, kalau yang sebenarnya sedang kamu usahakan memang tidak mau? ya kamu bisa apa?"

Sungguh Tuhan, aku tidak hanya meminta Kebaikan Dunia akhirat, tapi juga memintanya dengan sangat detail. kenapa orang sangat mudah mengatakan hal-hal murahan yang dapat menjatuhkan seseoarng? bukankah orang tidak akan keren hanya karena berhasil menjatukhan orang lain kan?

III

"lupakan.............lupakan................lupakan.....................
bagaimana bisa ? di film namanya ada, di gantungan kunci namanya ada, bagaiamana bisa? hah? bahkan kemana-mana selalu ada orang dengan nama yang sama dengan namanya yang sepertinya sengaja diteriakkan di telingaku..

BRENGSEKKKKK!
AKU RINDU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Senin, 09 Maret 2020

Kalau saja

Kalau saja..............
Rindu itu mudah diungkapkan, mungkin sikap itu tidak akan sedingin ruangan ICU sekarang...
Kalau saja...............
Perasaan itu akan baik-baik saja ketika dipendam sendiri, petemanan mungkin masih akrab hingga sekarang..
Kalau saja...............
Harapan itu tidak ada sebelumnya, mungkin kita masih akan membuat snapgram konyol bersama..
Kalau saja..........
Tidak ada tangan iseng yang mencampuri urusan rasa ku, mungkin saat ini kita sedang asyik bercanda dan menghina satu sama lain............
Kalau saja.....
Kalau saja kau tidak ada, hidupku pasti baik-baik saja sekarang...
Kalau saja
Kalau saja
Kalau saja
Aku rindu :(

Kamis, 13 Februari 2020

PAGAR

Kesejangan sosial ternyata tanpa kita sadari berdampingan dengan kita.

Hari ini, kembali aku melihat dunia berbeda dari yang biasa kusaksikan, tepat di tengah kota Balikpapan yang digaungkan sebagai kota layak huni, ternyata terselip ratusan rumah yang jauh dari kata layak huni.

Bersebelahan dengan kawasan elit, hanya dipisahkan pagar kayu yang angkuh dilengkapi pengaman kawat berduri, sungguh sebuah pembeda antara sikaya dan simiskin.

Jika kau ingin melihat lebih dalam kesenjangan itu, masuklah ke lorong sempit yang bahkan ketika hujan deras, sendalmu akan tertinggal ditumpukan lumpur.

Dilorong itu, kembali aku diingatkan pada potret memilukan kehidupan orang dikampung terpencil tempatku menjadi relawan pengajar, yang ada hanya nyamuk, sayur daun kacang, dan kopi pahit yang diracik sendiri, kadang jika sayur daun kacang laku dipasaran, kopi bisa diseduh dengan gula, jika tidak,bersabarlah menikmati pahit hangatny kopi dalam cangkir yang ujung pegangannya telah retak.

bersambung..........



BALIKPAPAN 14 FEBRUARI 2020
SELAMAT VALENTINE


Minggu, 30 September 2018

BSJ


Siapa bilang aku rindu kamu BSJ?
Haha sama sekali tidak.
Aku hanya merasa kesal, kesal dengan semua-muanya.
Kesal kepada angin, pasti ia sedang membuat rambut jelekmu itu berantakan dan aku menyentuhnyapun tidak bisa, dan itu menyebalkan.

Dan kau tahu BSJ?


Aku juga kesal dengan sinar matahari, pasti ia sedang menghangatkan tubuhmu yang sama sekali tidak menarik itu.
Aaah.. Benar-benar menyebalkan.

Dan jika hari ini hujan turun, itu akan benar-benar menggangguku.
Bagaimana jika ia membasahimu ?
Menetes diwajahmu, lalu mengalir menyentuh leher, punggung hingga ke sela-sela jari-jemarimu yang kasar itu.
Huufs.. ini benar-benar membuatku gila, bagaimana aku bisa menyentuhnya ? Aah menyebalkan.

Dan sinar rembulan juga begitu menjengkelkan, nanti malam ia akan bersinar terang, matamu yang jelek itu pasti akan memandanginya, ia akan mendapatkan perhatian dari dirimu yang menyebalkan.
Dan semua itu benar-benar menjengkelkan
Dan sekarang kamu bilang aku cemburu? Hahaha Ti..dak BSJ !!!!

Minggu, 25 Maret 2018

Malu itu......

Rabu 21 Maret 2018
Apa rasanya berniat sedekah tetapi ternyata orang yang kau tuju malah memberimu lebih banyak?

Hari itu aku dan temanku berencana untuk reuni kecil-kecilan. Tapi karena beberapa alasan akhirnya kami pergi agak sore. Aku sangat menyukai suasana cafe sore hari, dan salah satu cafe di kawasan Kuliner Sinjai bersatu adalah favoritku. Aku duduk saja disana menghabiskan waktu selama 3 jam dan menghabiskan uang 45 ribu untuk minuman dan makanan, ya 3 porsi minuman dan pisang goreng, hanya itu. Untukku berdua dengan temanku. Aku akui, aku berlebihan sekali hari itu, aku memesan minuman seharga 15 ribu per gelas sebanyak 2 porsi. Uang yang ku kantongi 50 ribu kini tersisa 5ribu rupiah.
Pukul 17.00 aku dan temanku pulang, dan di jalan pulang aku lalu bertemu dengan penjual roti keliling yang sering skali ku lihat di jalan, seorang bapak tua, kurus, kecil, dengan suara yang sangat lembut dan bersahabat. Aku berkali-kali melewati bapak itu tapi tak pernah sekalipun ku sempatkan untuk membeli roti jualannya yang harganya jauh lebih murah dibandingkan minuman dan makanan cafe favoritku. Karena hari itu aku berhenti sejenak menunggu mobil lewat untuk menyebrang, kuputuskan untuk menepi dan bermaksud membeli roti bapak itu karena d kantongku masih ada 5ribu rupiah. Aku turun lalu bertanya ke bapak itu, "berapa harganya pak?" "2rbu nak" ku keluarkan uang selembarku, "kalau begitu saya beli 2 pak" jadi total 4 ribu, masih ada kembalian 1rb, pikirku, dalam hati aku tersenyum, sisa uangku tak akan kuminta, itu artinya aku bisa sedeqah ke bapak itu. Tapi apa yang terjadi kemudian? Bapak itu malah memberiku roti sebanyak 4 buah. Kalau di total harganya 8rb sementara uangku hanya 5ribu. Aku menolak sungguh sangat menolak, tapi bapak itu hanya tersenyum lalu pergi. Ya Allah, bagaimana ini? Bagaimana aku? Jahat sekali aku, pelit sekali aku. Betapa pelitnya aku, aku yang dengan mudah mendapatkan uang hanya kupakai untuk gaya hidupku. Sepersen saja tdk cukup jika di hitung untuk kuberikan kepada orang lain, padahal aku tau, ada hak orang lain di setiap rejeki yang kita dapatkan. Betapa hinananya aku ya Allah, betapa malunya aku, aku malu pada Allah, aku malu pada bapak itu yang ternyata mampu memberiku lebih banyak.

Astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah..
Semoga Allah memudahkan jalan rejeki mu bapak😇😇