Kamis, 16 Februari 2023

Kepada Kenangan

 Bagaimana rasanya memiliki pasangan? Tentu saja sulit.

Tapi ada yang terasa menyenangkan soal membagi hidupmu dengan seseorang.

Maksudku membagi hidup dengan seseorang adalah, kami tumbuh bersama.

Aku membaca semua tulisannya selama ia mengejar cita-cita dan masa depannya untuk bekerja di beberapa perusahaan.

Dia membaca setiap tulisanku.

Kami saling memberi pengaruh besar.

Dia berasal dari latar belakang yang semuanya tak pernah cukup baik.

Itu sesuatu yang sangat membebaninya.

Tapi bersamaku, ada keinginan untuk mencoba sesuatu tanpa takut gagal dan tertarik pada berbagai hal. Itu membebaskannya.

Senang rasanya melihat dia tumbuh.

Kami berdua tumbuh dan berubah bersama.

Tapi itu juga bagian yang sulit. Tumbuh tanpa makin berjarak. Atau berubah tanpa membuat yang lainnya takut.

Aku masih mendapati diriku berbicara dengannya di pikiranku, mengulangi perdebatan lama, dan membela diriku dari ucapannya tentang aku.


Kepada Randu Anangga, maukah kau selalu pulang padaku dan menceritakan harimu?

Ceritakan tentang pria dikantor yang terlalu banyak bicara. 

Noda di kemejamu saat makan siang. 

Ceritakan tentang pemikiran lucu saat kau bangun tapi kau lupa.

Ceritakan tentang betapa gilanya semua orang, dan kita bisa menertawakannya.

Meskipun kau pulang larut dan aku sudah tidur, bisikan saja ke telingaku pemikiran kecilmu hari ini.

Karena aku suka caramu memandang dunia.

Aku sangat bahagia berada disisimu, dan melihat dunia lewat matamu.

Senin, 13 Februari 2023

Rumah


Akhir-akhir ini aku suka membayangkan sebuah rumah.

Rumah impian yang desainnya telah mendekam cukup lama di kepala.

Rumah itu adalah tempat nyaman yang akan aku gunakan sebagai tujuan pulang, entah didalamnya ada yang menunggu, atau entah aku sendirian yang mengucap salam sekaligus menjawab.

Dikepalaku, rumah itu minimalis. Hanya ada dua kamar, ruang keluarga yang bersambung dengan ruang tamu juga, kuusahakan ada tv yang menempel didinding ruangan bagian itu. 

Ada dua macam sofa yang akan menghiasi ruang keluarga dan ruang tamu. Masing-masing sofa minimalis, kapasitasnya tiga sampai empat orang. Aku akan membelinya dengan motif yang berbeda atau bentuk yang berbeda juga.

Tidak lupa juga akan ada karpet nyaman yang estetik, agar kaki orang yang datang tidak kedinginan saat menginjak lantai.

Aku tidak terlalu memikirkan warna, tapi aku sangat menyukai abu-abu atau mungkin hijau tosca.

Diruang keluarga, aku akan melengkapi dengan rak buku di pojokan. Rak kecil yang cukup tinggi, aku bermimpi akan mengisinya dengan berbagai jenis dan judul buku kesukaanku.

Entah ruang keluarga ini akan aku gunakan bersama siapa.

Kemudian di dua kamarnya, masing-masing akan ku lengkapi dengan kasur lantai, tidak mahal. Dan kapasitasnya hanya satu hingga dua orang. Kemudian di depan kasur akan ada karpet berbulu yang menjadi pelengkap.

Kasur yang tidak mahal itu akan ku hiasi dengan sprei yang lucu, mungkin akan satu set dengan bedcover, atau mungkin selimutnya beli sendiri.

Kemudian dapurku juga akan kutata lebih minimalis lagi, hanya ada kompor dua mata, piring kaca berwarna putih sebanyak lima buah, kemudian gelas ukuran sedang juga akan kubeli yang mug lima buah.

Sendok garpu akan kubeli masing-masing satu lusin, juga dengan mangkok untuk makan mie atau sayur, sebanyak dua buah. Tidak lupa talenan, panci, wajan dan cobekan, serta sutil.

Lalu di wastafel kecil, aku akan membeli yang sangat sederhana dan murah, aku tinggal sendiri jadi tidak akan ada banyak cucian perabotan yang menumpuk.

Aku terus membayangkan sebuah rumah minimalis itu akhir-akhir ini, hanya rumah itu beserta isi yang kusebutkan barusan. 

Anehnya, aku sama sekali tak memikirkan dengan siapa aku akan tinggal dirumah itu.

Jumat, 27 Januari 2023

Tentang Ibu Kota Baru

 Apa pendapatmu tentang Ibu Kota Baru ?

sama dengan sebagian kecil orang. Aku setuju dengan pemindahan ibu kota ke Sepaku Kalimantan Timur.

Menurutku, pemindahan ini mau tidak mau harus siap untuk disambut, suka tidak suka.

Pindahnya ibu kota ke Sepaku, hanya akan menguntungkan orang yang mampu mengambil peluang, dan orang yang mampu mengambil peluang adalah orang yang berani bergerak.

Peluang itu, kini baru ditangkap oleh warga Sepaku. Atau warga yang saat ini mendiami lokasi ibu kota itu. 

Disana, hampir sebagian besar orang memiliki usaha sendiri sejak megaproyek IKN membabi buta pembangunannya. 

Mulai dari usaha laundry, galon, ayam petelur, makanan cepat saji, makanan dan minuman ringan, hingga penginapan.

Sempat berbincang dengan camat Sepaku waktu itu masih pak Adi Kustaman. Dia menyebutkan bahwa setidaknya sudah ada sepuluh rumah warga yang disulap menjadi penginapan, dan selalu ramai oleh tamu.

Belum lagi, warga yang memiliki modal cukup, membangun cafe atau sejenisnya. Hanya menyediakan es kopi dan kentang, tapi pengunjungnya tidak pernah sepi bahkan antri sejak pagi.

Hal itu kemudian membuka lapangan pekerjaan bagi warga yang ada di Sepaku. Anak yang baru lulus SMA, tidak bisa lanjut kuliah, lalu bekerja menjadi pramusaji di cafe-cafe tersebut.

Lantas, sebagian orang juga ada yang tidak setuju dengan pemindahan ini, menganggap bahwa megaproyek ini terburu-buru, terkesan dipaksakan, dan daerah asal malah tidak dapat apa-apa.

Tidak salah, memang betul bahwa IKN baru diumumkan pemindahannya pada 2019 lalu. Seiring pengumuman itu, tenyata tak berselang lama langkah awal pembangunan juga langsung digenjot. Jika itu terkesan buru-buru, harusnya ada yang terlupa kan ? bukankah seperti itu hakikat dari buru-buru ?

Tapi sejauh ini, kita melihat semuanya baik-baik saja. Pembangunan berjalan, infrastruktur tinggal menunggu peresmian, kantor tahun depan sudah ditempati. 

Ada pula yang menganggap bahwa ini terkesan dipaksakan. Kemampuan anggaran terbatas, tapi IKN malah dirancang dengan konsep kota masa depan, yang membutuhkan anggaran sebesar Rp466 triliun.

Perlu diketahui bahwa anggaran yang dibutuhkan itu, hanya 30 persen yang ditanggung oleh APBN kita, sisanya akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga atau investor. 

Rancangan kota masa depan IKN tentu membuat investor akan tertarik bukan? kota masa depan yang berada didalam kawasan hijau, dibangun dengan tetap mempertahankan keaslian hutan, menggunakan kendaraan yang bebas polusi.

Dengan keunggulan itu, aku pikir tidak ada alasan investor untuk tidak tertarik bergabung dengan pembangunan IKN.

Aku setuju IKN pindah. Dan aku menantikan saat-saat seperti ini.

Sabtu, 29 Oktober 2022

Apa kabar, mantan ?

 Tidak ada yang salah, aku yang belum bisa menerima dengan tabah


Tidak ada yang belum selesai

Hanya aku yang belum bisa mengendalikan intuisi


Tidak ada yang perlu disesali

Hatiku saja yang perlu diisi kembali.


Aku menyibukkan diri menyalahkan keadaan akhir-akhir ini

Aku lupa bahwa yang terjadi, sungguh diluar kendali


Aku sibuk membenci sana sini

Tapi aku luput mengevaluasi diri sendiri 


Berdalih tak lagi punya rasa

Padahal sesungguhnya hanya menyembunyikan asa


Betapa sesungguhnya hati begitu tersiksa

Karena merasa keputusan untuk mengakhiri adalah sia-sia


Kini, berusaha terlihat baik-baik saja, 

Padahal rindu terus mencabik tak kenal masa


Sebesar itu ia mencinta, 

Sampai-sampai ribuan tulisan ia cipta

Dan hanya ia yang bisa mengerti maknanya


Tetapi mirisnya, sosok yang ia damba

Sibuk bercumbu dibawah cahaya

Bersama wanita penggantinya.


Mantan kekasih, apa kabarmu ?

Dariku, yang menyesal dengan penuh


Kamis, 13 Januari 2022

Terimakasih Berau

 Hari kepulangan ku dari Berau,

Setelah setahun lebih menjadi warga Berau yang sangat amat dimudahkan dalam segala hal, akhirnya hari itu tiba.

Hari dimana kembali harus menemui realita kehidupan di kota besar, yang dipenuhi hedonisme.

Hari dimana pemandangan setiap aku buka mata padatnya kendaraan, ramenya pusat perbelanjaan, riuhnya antrian makanan cepat saji.

Aku tahu, Aku akan sangat merindukan kehidupan damai di Berau, 

Aku pasti akan sangat rindu mereka semua, Bang Radian, orang yang sangat sangat baik, tidak ada kata untuk kebaikan orang ini (kalimat pertama yang sukses membuat air mata akhirnya mengalir). Aku berhenti beberapa lama memikirkan apa yang akan kutulis tentang bang Radian, sialnya aku tidak menemukan kalimat paling tepat menggambarkan kebaikannya, secara pribadi aku ingin sekali menemuinya, pamit dan bersalaman. 

Bang Yudi, Abang pengayom yang selalu mengiyakan apapun yang aku minta, kopi, mic, bahkan kerjaan.

Marni, Sahabat, saudara, si kocak yang random, jam 2 malam menghubungi untuk makan, setiap hari menelpon, bertanya sudah makan atau belum. Ingin sekali rasanya memeluk erat si cewek tomboy ini.

 Rama, si anak baik hati, yang guyonannya selalu nyambung, paling suka mendengarkan segala curahan, paling siap diajak kemanapun, si pemilik senyum manis.

Dayat, Kaka laki-laki pemberi tanpa pamrih, sebagian  besar tulisan berita onlineku, disokong laki-laki kulit putih ini, aku ingin sekali memberinya hadiah, tapi itu sama saja aku pamit kan, hehe aku tidak sanggup.

Adam, laki-laki cerewet yang selalu siap dengan kamera, selalu mengirim foto tanpa basa basi, selalu menjadi planner untuk liburan bermakna kami.

Seno, anak baru yang gaulnya minta ampun, selalu sibuk mengurusi tetek bengek banyak orang, pekerja keras tanpa embel-embel. Sen, kamu harus jadi orang sukses. Harus!

Renata, sahabat cantik yang beberapa waktu terakhir menjadi gandengan di setiap liputan. Mungkin cuma aku yang menganggap kita begitu akrab, tapi aku sangat menyayangi Renata, kagum dengan kecerdasan Renata, kadang ingin seperti Renata yang suka dan jago sekali dalam hal jualan.

Bang Samuel, Abang-abang humas, yang paham aku sangat detail, Nita suka ngemil kan, ini ambil aja cemilannya, Nita biasa tidur jam berapa? Nita pasti suka ngopi kan? Abang-abang humas yang suaranya lembut sekali.

Bang Ari Ajudan, abangku yang membawaku memulai semua ini, yang pertama kali membawaku melihat indahnya Berau, Derawan, Maratua, Biduk-biduk, Kaniungan, labuan Cermin, Abangku yang sewaktu pindah jabatan, membuat patah hati begitu dalam. Abangku yang tidak pernah membuat siapapun menunggu tanpa kepastian.

Mba Amel, kakak perempuan ku di Berau, menemani belanja apapun, suka sekali memberiku barang dan makanan , suka sekali mengajakku bergerak mencari berita, memberi nasihat apapun, saran apapun. Mbak, aku menangis untuk mengucapkan mba kakak perempuan nita.

Embul, Tak pernah bosan membuat tertawa. Walau kadang bercandanya suka keterlaluan, tapi dia salah satu teman yang kadang membuatku lupa waktu ketika mengobrol. Tetap lucu ya mbul.

Miko, gondrong lembut tutur, yang selalu menyokong aku dengan berita tv, selalu memberi lebih dari apa yang aku minta, selalu penuh tanda tanya, selalu susah ditebak, yang sedari awal aku disini, setiap pagi selalu bertanya ke Ikbal "kamu nda ajak Nita liputan?".

Ikbal, kakak laki-laki, selalu jadikan tameng, apapun keadaannya, kalau ada yang tanya aku selalu ngomong, "di Berau aku ada kakak, namanya ikbal", siap siaga ketika aku sakit, siap siaga dimintai tolong, selalu khawatir kalau aku pergi jauh, sedari awal bersama Miko, mengenalkan ku dengan yang lainnya, yang sejak awal aku dsini, bersamaku hampir setiap hari,Ikbal juga mencarikan aku tempat tinggal nyaman, sampai aku bertemu dua hal yang kusebut sebagai anugerah besar yang Tuhan berikan selama aku di Berau, Micha dan mamanya.

Sofi, aku menganggapnya sebagai sahabat perempuan, menolongku tanpa kata tapi, tak peduli sedang apa, ketika aku bertanya, butuh bantuan, dia akan langsung mendatangi, sebagian besar yang kualami di Berau, Sofi juga ikut mengalaminya, dulu dia adalah satu2nya teman Perempuanku di Berau, sebelum punya motor, dia yang selalu meminjamkan motornya untuk liputan, hampir setiap hari kami makan di kantin polres, dia juga yang mengenalkan ku pada beberapa orang, yang banyak memberiku pelajaran, Sofi si pemberi hadiah kepadaku paling banyak selama aku di Berau.

Micha dan ka Desi mamanya, kusebut mereka anugerah langsung dari Tuhan, sejak kepindahan kamar kostku, aku bertemu mereka, dua orang penyayang dan sedari pagi menjadi penyapa paling manis di balik pintu, memanggilku dengan nama "Hay", menjadikanku anak dan kakak Micha, setiap makanan yang dimakan Micha selalu ada bagian untukku, setiap pagi sebelum bangun, sudah ada sarapan diatas meja untukku, tak pernah dia memasak tanpa berbagi kepadaku, Micha yang tak bisa seharipun aku tak melihatnya, kalau aku liputan jauh, selalu kirim foto atau vc, sekedar untuk melihat pipi tembem bakpaunya. Kelak ketika besar, semoga Micha tetap jadi anak kuat dan baik.

Arif Wahyud, om Agus, Rizal, om Lalu, bang Bobi, Bang Wawan, Enjel, kak Hasan, Ariffatul, Fuad, bang Hamid, pak Heri, om Ery, kak Edi dan keluarganya, Juna, Om Ded, ibu Surlina, bapak, tetangga kost yang ramah, pemilik warung depan gang yang selalu ngasih bonus kardus, pak Pinem, pak Suradi, 

Aku tak tau kesan tulisan diatas untuk kalian, mungkin sudah bisa dilihat bahwa betapa aku merepotkannya ketika di Berau.

Yang pasti, mereka Semua orang baik yang membuatku sangat merasa berharga, orang-orang baik yang membuatku aku selalu menangis kalau ada pembahasan mutasi disetiap rapat.

Aku menguatkan diriku untuk tidak pamit, aku berbohong kalau aku hanya pergi sementara, aku berusaha keras menjadikan kebohonganku ini suatu kenyataan, padahal, aku harus pindah dalam jangka waktu yang lama, entah sampai kapan.

Aku berusaha keras untuk tidak pamit agar keadaan tidak membuat aku merasa kehilangan, lalu akhirnya menangis. Aku berusaha keras untuk menerima segala hal yang datang dan pergi tanpa peduli perasaanku.

Hehe, akhirnya aku menangis juga. 

Entah benar disayangi atau tidak, tapi aku merasa sangat di sayangi dalam setahun terakhir ini, walaupun mereka pasti sadar bahwa aku sangat menyebalkan, setiap hari merepotkan, setiap hari minta berita, setiap hari mengomel, setiap hari minta jemput, setiap hari ditraktir makan, setiap Minggu ikut liburan ke Derawan atau Maratua.

Apapun itu, aku sangat sangat menyayangi mereka semua, andai ada kesempatan, ingin sekali rasanya membelikan mereka semua hadiah perpisahan, mungkin boneka, jam, topi, sepatu, atau mungkin salaman hangat. Sayangnya aku terlalu lemah untuk hanya mengucapkan "terimaksih banyak, sampai jumpa lagi".

Untuk semua yang ku sayangi di Berau, sampai kapanpun aku sangat menyayangi kalian, sampai kapanpun aku tidak pernah sanggup untuk berpisah dengan kalian, walaupun nilai aku diantara kalian sama saja ada atau tidak. Tapi bagiku kalian sangat berharga.

Suatu hari, aku ingin sekali mengunjungi kembali tempat-tempat yang pernah memberikan aku kenangan luar biasa, baik itu kesakitan, kebahagiaan, perjuangan. Aku ingin mengunjungi kembali tempat itu dalam kondisi manusia paling berbahagia, kaya raya, dan berbeda. 

Aku ingin mereka yang pernah kutemui di tempat itu merasa kagum dan tak henti bertanya perihal hidup yang kujalani setelahnya. Aku ingin suatu hari, aku bisa berterimakasih langsung pada mereka yang pernah kutemui.

Aku harap, ada kekabulan atas ini.

Jumat, 10 Desember 2021

Manusia Kuat


Ada orang yang hanya sekali tes langsung bisa masuk tempat kerja impiannya

Ada orang yang sekali komentar, langsung bisa menang give away barang lucu incarannya

Ada orang yang belajarnya bercanda, tapi lulus ujian PNS yang susah dan berhasil membanggakan orang tuanya.

Ada orang yang ritme kerjanya sama, tapi entah kenapa dia bisa naik jabatan dan punya gaji 3 kali lipat lebih besar.

Sementara kita, berjuang mati-matian untuk ikut pendaftaran tempat kerja favorit, tapi tak kunjung di terima.

Ada diantara kita yang harus bekerja di perusahaan kecil, gaji tidak jelas dan sangat jauh dari rumah, hanya untuk bertahan hidup, padahal kemampuan dan skill nya sangat mumpuni.

Beberapa juga harus begadang setiap malam untuk menunggu kesempatan emas agar diterima dan lulus PNS sesuai harapan ibu, tapi masih saja selalu gagal.

Belum lagi yang menyebar ratusan bahkan ribuan lamaran, tapi tak kunjung dihubungi kembali.

Ternyata, Tidak semua orang punya keberuntungan. Meski beberapa diantara kita harus melalui jalan berputar - putar dan tak tentu arahnya, tapi Allah memberikan bahu yang kuat dan kepedulian yang tinggi, untuk terus berjuang demi kelayakan hidup dan keluarga.

Aku Sendiri salah satu orang yang tidak punya keberuntungan. Tapi aku sangat bersyukur masih punya keluarga utuh yang sangat hangat dan baik juga sayang kepadaku.

Aku punya beberapa teman yang selalu siap direpotkan.

Aku punya tubuh yang sehat dan tidak pernah mengeluh soal apapun.

Aku punya tetangga kost yang memberikan makanan enak setiap hari. 

Semua hal memang berjalan tak sesuai realita, tapi juga ada hal kecil yang kita miliki, justru yang membuat kita semakin kuat.


Sabtu, 13 November 2021

Toleransi


 Banyak yang merasa tak dicintai,

Hingga tak jarang menuai pertengkaran,

Padahal, mereka hanya berbeda cara dalam mencintai.

Kondisi ini kerap terjadi, dalam hubungan dua anak manusia yang sebenarnya minim toleransi, tapi mereka tak menyadarinya.

Semakin diperparah dengan keduanya tak mau saling mengungkap satu sama lain. Segan berbicara apa yang dimau dan dibutuh, berharap ingin dimengerti, tapi tak mau berbicara.

Padahal pasangannya adalah manusia biasa, bukan paranormal.

_______________

"Suatu ketika aku pernah memutuskan hubungan dengan seseorang yang sangat kusukai, hanya karena dia tak pernah melakukan apa yang umumnya orang relationship lakukan, deep talk, mengingatkan makan, melarang kesana kemari, cemburu, meminta password sosial media dan sebagainya. 

Dia lebih banyak diam, mengiyakan semua hal yang kuminta, tiba-tiba menjemput untuk makan bersama tanpa bilang sebelumnya, tak bermain hp ketika bersama, tak suka posting apapun disosial media.

Aku merasa tak disukai olehnya, hanya karena dia tak melakukan hal yang sama dengan yang kulakukan. Aku mengingatkannya untuk makan, memposting fotonya di sosial mediaku, menelponnya sebelum tidur,  hal - hal itu kulakukan untuk membuktikan bahwa aku sangat menyukainya.

Ternyata, belakang baru aku menyadari, bahwa bahasa cinta setiap orang berbeda, tak sama bukan berarti tak cinta.

Aku sedikit terlambat menyadari betapa pentingnya saling memahami."