Jumat, 08 Maret 2024

Rindu

Sebenarnya, aku adalah orang yang dipenuhi luka.

Tak ada bagian tubuhku yang luput dari luka-luka itu.

Lukanya semakin perih saat malam hari menjelang tidur.

Aku sendirian, dan rasanya sakit sekali. Luka itu bermula, saat aku kehilangan bapak tahun lalu.

Waktu terus berjalan, lukanya bukannya sembuh, malah semakin perih memasuki Ramadan.

Aku kesepian, sejak bapak tidak ada. Aku mudah sekali marah, saat bapak sudah tidak ada. Aku mudah menangis sejak bapak pergi, rasanya kepalaku penuh dengan stok cerita untuk bapak.

Tidak hanya saat Ramadan, ada satu waktu lagi yang rasanya tidak ingin kulewati pasca kepergian bapak, yakni ulang tahun. 

Bulan ini akan jadi momok menyakitkan lainnya. Aku kehilangan satu ucapan, satu doa dan satu telepon di hari itu.

Dan ingin sekali rasanya melewati satu hari itu, Maret di 31.

Aku merindukan gelak tawanya diujung telepon, dan rasanya sakit sekali.

Rabu, 06 Maret 2024

Untuk Banyak Kebaikan

 Untuk si baik hati yang sebulan ini memberiku banyak sekali cinta.

Terimakasih banyak untuk mu. Entah kebaikan apa yang pernah kulakukan dimasa lalu sampai Tuhan membalasnya dengan dirimu.

Rasanya setiap waktu yang dihabiskan bersamamu adalah waktu-waktu keberuntunganku.

Aku yakin semua orang tahu bahwa aku sangat lengkap sekarang.

Jauh berbeda dari aku September 2023 lalu. 

Dimanapun kamu berada, dengan siapapun kamu kelak, aku tidak akan berhenti mendoakan kebaikanmu.

Entah dengan siapa kamu pada akhirnya, aku hanya ingin kamu tau bahwa aku senang melihat matamu yang menyipit saat tersenyum, aku senang melihatmu tertawa, aku senang kamu selalu dalam kebaikan.

Beberapa tahun kemudian, jika hidup kita masih berlanjut namun jalannya berbeda, aku tidak keberatan jika harus menjadi pendengarmu lagi. Tak peduli dikondisi apapun.

Sebab aku paham, kebaikan dan banyak cinta yang kamu beri, tak akan habis masa untuk membalasnya.

Minggu, 25 Februari 2024

Kepada Manusia Romantis Tapi Tak Bisa Ungkapkan Perasaan

 Aku ingin berterimakasih kepada Tuhan,

Cara-Nya menunjukkan apa itu romantis sungguh diluar dugaan.

Bertemu denganmu salah satunya.

Kamu yang dipenuhi banyak cinta, dipenuhi banyak kebaikan.

Lewat kamu, aku jadi merasa sangat dicintai, dan tahu caranya mencintai. 

Segalanya denganmu dipenuhi romantisasi. Aku menyukai itu, dunia yang hilang dari pandanganku untuk waktu yang sangat lama.

Aku ingin memberitahumu bahwa aku sangat menyukaimu, menyukai cara kita bertemu, cara kita jatuh cinta.

Aku sangat menyukai waktuku yang berharga habis hanya dengan berkeliling tanpa tujuan denganmu.

Aku menyukai caramu menyatakan "nit, aku sayang kamu," tanpa pernah mengatakan itu ditelingaku, atau di room chat ku.

Aku menyukai caramu menunjukkan betapa pedulinya kamu dengan chat singkatmu yang hanya sekedar, "aku jemput ya,"

Aku bahagia denganmu yang suka menggenggam, menurunkan stan kaki, memakaikan helm, aku menyukai kamu yang act of servicenya ugal-ugalan.

Kalau boleh memberitahumu satu hal, aku berada diposisi tak suka siapapun dan tak percaya siapapun saat awal bertemu denganmu.

Aku juga ingin memberitahumu hal lainnya, bahwa bersamamu aku tidak hanya bahagia, tapi juga sesekali ada ketakutan.

Mungkin akhirnya akan sama, mungkin lagi-lagi aku akan menjadi pihak yang ditinggalkan.

Atau mungkin saja aku lagi yang akan sakit, tetapi tetap dicap sebagai orang jahat yang menyakiti.

Kamu mungkin perlu tahu, bahwa di kehidupanku yang selalu bahagia dan kamu anggap tak kurang, penuh dengan label dari orang sok tau. "Jangan percaya Nita, dia suka nyakitin orang," "jangan sama Nita, dia ga pernah serius sama laki-laki," "Nita bakal nyakitin kamu, dia ga punya hati," 

Ketakutan semacam itu juga tak jarang membersamaiku saat malam. 

Bagaimana kalau kamu percaya, bagaimana kalau suatu hari nanti salah satu orang sok tau itu bercerita padamu, tentang anggapan mereka yang keliru.

Bagaimana kalau kamu lebih percaya mereka dibanding aku.

Terlepas dari itu, Denganmu, rasanya aku ingin memberikan segalanya. Bahkan kalau bisa, aku ingin mengusahakan yang tidak kita bisa.

Aku mungkin akan merepotkan Tuhan akhir-akhir ini, doaku bertambah. Semoga kamu sehat dan panjang umur, agar suatu pagi aku bisa melihatmu saat buka mata :)





Jumat, 17 Februari 2023

Tentang Ayah

 Apa yang paling kamu sukai dari ayah ?

Aku suka menceritakan hal random bersama ayahku, entah sapi tetanggaku yang hilang, entah berita pembunuhan yang kuliput, atau hari ini aku jajan apa.

Ayah juga suka bercerita banyak hal kepadaku.

Bercerita soal ibu yang suka usil kepadanya, bercerita soal adeku yang berbicara dengan kucing kesayangannya, membicarakan baju ibu yang memenuhi seluruh lemari yang ada dirumah, atau membicarakan kakaku yang tidka pernah mau menunjukkan kelemahannya pada ayahku.

Kami bertukar cerita setiap malam. Dan cerita kami selalu diawali dengan, yah, aku ada cerita, masa kan..

Cerita dengan ayah selalu diselingi tawa. Ayah juga tidak akan pernah membuat aku ketinggalan berita terbaru yang terjadi dikampung.

Entah anaknya si A yang cerai, anaknya si B yang lari dari rumah.

Memang se kompleks itu suasana di kampungku.

Ayah menceritakannya dengan antusias, kadang sambil berbisik kalau ada ibu. Ibu pasti akan memarahi ayah kalau menyampaikan cerita demikian kepadaku.

Dengan ayah, aku tidka ragu berecerita apapun, bukan berarti dengan ibu, aku tidak bercerita, aku juga banyak beceirta keseharian ku dengan ibu, hanya saja kadang kalau butuh nasehat, aku akan mencari ibu, kalau butuh tertawa, aku akan mencari ayahku.

Tanpa sadar, ibu dan ayahku menua. Aku hanya menemani mereka lewat cerita.

Aku belum menyediakan apapun untuk mereka. Aku tidak mendengarkan seluruh cerita mereka. Aku hanya mendengar apa yang mau mereka ceritakan.

Aku tidak hadir di keseharian mereka.

Aku rindu.

Kamis, 16 Februari 2023

Kepada Kenangan

 Bagaimana rasanya memiliki pasangan? Tentu saja sulit.

Tapi ada yang terasa menyenangkan soal membagi hidupmu dengan seseorang.

Maksudku membagi hidup dengan seseorang adalah, kami tumbuh bersama.

Aku membaca semua tulisannya selama ia mengejar cita-cita dan masa depannya untuk bekerja di beberapa perusahaan.

Dia membaca setiap tulisanku.

Kami saling memberi pengaruh besar.

Dia berasal dari latar belakang yang semuanya tak pernah cukup baik.

Itu sesuatu yang sangat membebaninya.

Tapi bersamaku, ada keinginan untuk mencoba sesuatu tanpa takut gagal dan tertarik pada berbagai hal. Itu membebaskannya.

Senang rasanya melihat dia tumbuh.

Kami berdua tumbuh dan berubah bersama.

Tapi itu juga bagian yang sulit. Tumbuh tanpa makin berjarak. Atau berubah tanpa membuat yang lainnya takut.

Aku masih mendapati diriku berbicara dengannya di pikiranku, mengulangi perdebatan lama, dan membela diriku dari ucapannya tentang aku.


Kepada Randu Anangga, maukah kau selalu pulang padaku dan menceritakan harimu?

Ceritakan tentang pria dikantor yang terlalu banyak bicara. 

Noda di kemejamu saat makan siang. 

Ceritakan tentang pemikiran lucu saat kau bangun tapi kau lupa.

Ceritakan tentang betapa gilanya semua orang, dan kita bisa menertawakannya.

Meskipun kau pulang larut dan aku sudah tidur, bisikan saja ke telingaku pemikiran kecilmu hari ini.

Karena aku suka caramu memandang dunia.

Aku sangat bahagia berada disisimu, dan melihat dunia lewat matamu.

Senin, 13 Februari 2023

Rumah


Akhir-akhir ini aku suka membayangkan sebuah rumah.

Rumah impian yang desainnya telah mendekam cukup lama di kepala.

Rumah itu adalah tempat nyaman yang akan aku gunakan sebagai tujuan pulang, entah didalamnya ada yang menunggu, atau entah aku sendirian yang mengucap salam sekaligus menjawab.

Dikepalaku, rumah itu minimalis. Hanya ada dua kamar, ruang keluarga yang bersambung dengan ruang tamu juga, kuusahakan ada tv yang menempel didinding ruangan bagian itu. 

Ada dua macam sofa yang akan menghiasi ruang keluarga dan ruang tamu. Masing-masing sofa minimalis, kapasitasnya tiga sampai empat orang. Aku akan membelinya dengan motif yang berbeda atau bentuk yang berbeda juga.

Tidak lupa juga akan ada karpet nyaman yang estetik, agar kaki orang yang datang tidak kedinginan saat menginjak lantai.

Aku tidak terlalu memikirkan warna, tapi aku sangat menyukai abu-abu atau mungkin hijau tosca.

Diruang keluarga, aku akan melengkapi dengan rak buku di pojokan. Rak kecil yang cukup tinggi, aku bermimpi akan mengisinya dengan berbagai jenis dan judul buku kesukaanku.

Entah ruang keluarga ini akan aku gunakan bersama siapa.

Kemudian di dua kamarnya, masing-masing akan ku lengkapi dengan kasur lantai, tidak mahal. Dan kapasitasnya hanya satu hingga dua orang. Kemudian di depan kasur akan ada karpet berbulu yang menjadi pelengkap.

Kasur yang tidak mahal itu akan ku hiasi dengan sprei yang lucu, mungkin akan satu set dengan bedcover, atau mungkin selimutnya beli sendiri.

Kemudian dapurku juga akan kutata lebih minimalis lagi, hanya ada kompor dua mata, piring kaca berwarna putih sebanyak lima buah, kemudian gelas ukuran sedang juga akan kubeli yang mug lima buah.

Sendok garpu akan kubeli masing-masing satu lusin, juga dengan mangkok untuk makan mie atau sayur, sebanyak dua buah. Tidak lupa talenan, panci, wajan dan cobekan, serta sutil.

Lalu di wastafel kecil, aku akan membeli yang sangat sederhana dan murah, aku tinggal sendiri jadi tidak akan ada banyak cucian perabotan yang menumpuk.

Aku terus membayangkan sebuah rumah minimalis itu akhir-akhir ini, hanya rumah itu beserta isi yang kusebutkan barusan. 

Anehnya, aku sama sekali tak memikirkan dengan siapa aku akan tinggal dirumah itu.

Jumat, 27 Januari 2023

Tentang Ibu Kota Baru

 Apa pendapatmu tentang Ibu Kota Baru ?

sama dengan sebagian kecil orang. Aku setuju dengan pemindahan ibu kota ke Sepaku Kalimantan Timur.

Menurutku, pemindahan ini mau tidak mau harus siap untuk disambut, suka tidak suka.

Pindahnya ibu kota ke Sepaku, hanya akan menguntungkan orang yang mampu mengambil peluang, dan orang yang mampu mengambil peluang adalah orang yang berani bergerak.

Peluang itu, kini baru ditangkap oleh warga Sepaku. Atau warga yang saat ini mendiami lokasi ibu kota itu. 

Disana, hampir sebagian besar orang memiliki usaha sendiri sejak megaproyek IKN membabi buta pembangunannya. 

Mulai dari usaha laundry, galon, ayam petelur, makanan cepat saji, makanan dan minuman ringan, hingga penginapan.

Sempat berbincang dengan camat Sepaku waktu itu masih pak Adi Kustaman. Dia menyebutkan bahwa setidaknya sudah ada sepuluh rumah warga yang disulap menjadi penginapan, dan selalu ramai oleh tamu.

Belum lagi, warga yang memiliki modal cukup, membangun cafe atau sejenisnya. Hanya menyediakan es kopi dan kentang, tapi pengunjungnya tidak pernah sepi bahkan antri sejak pagi.

Hal itu kemudian membuka lapangan pekerjaan bagi warga yang ada di Sepaku. Anak yang baru lulus SMA, tidak bisa lanjut kuliah, lalu bekerja menjadi pramusaji di cafe-cafe tersebut.

Lantas, sebagian orang juga ada yang tidak setuju dengan pemindahan ini, menganggap bahwa megaproyek ini terburu-buru, terkesan dipaksakan, dan daerah asal malah tidak dapat apa-apa.

Tidak salah, memang betul bahwa IKN baru diumumkan pemindahannya pada 2019 lalu. Seiring pengumuman itu, tenyata tak berselang lama langkah awal pembangunan juga langsung digenjot. Jika itu terkesan buru-buru, harusnya ada yang terlupa kan ? bukankah seperti itu hakikat dari buru-buru ?

Tapi sejauh ini, kita melihat semuanya baik-baik saja. Pembangunan berjalan, infrastruktur tinggal menunggu peresmian, kantor tahun depan sudah ditempati. 

Ada pula yang menganggap bahwa ini terkesan dipaksakan. Kemampuan anggaran terbatas, tapi IKN malah dirancang dengan konsep kota masa depan, yang membutuhkan anggaran sebesar Rp466 triliun.

Perlu diketahui bahwa anggaran yang dibutuhkan itu, hanya 30 persen yang ditanggung oleh APBN kita, sisanya akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga atau investor. 

Rancangan kota masa depan IKN tentu membuat investor akan tertarik bukan? kota masa depan yang berada didalam kawasan hijau, dibangun dengan tetap mempertahankan keaslian hutan, menggunakan kendaraan yang bebas polusi.

Dengan keunggulan itu, aku pikir tidak ada alasan investor untuk tidak tertarik bergabung dengan pembangunan IKN.

Aku setuju IKN pindah. Dan aku menantikan saat-saat seperti ini.